Selasa, 04 Desember 2012
link utk vbac, vba2c, dst (melahirkan normal stl sebelumnya cesar)
link vbac, vba2c, vba3c, etc by bu bidan yessie aprillia
by Endah Dwi Juliarni Sarido on Friday, November 30, 2012 at 2:12am ·
link vbac...biar ga susah2 ngubek dokumen gbus...:)...link ini dr bubid yessie aprillia
http://medicalcenter.osu.edu/mediaroom/releases/pages/vaginal-birth-a-safe-option-after-multiple-c-sections.aspx
http://thepeacefulbirthproject.org/2012/02/i-wish-i-could-facing-the-spousal-objection/
http://ican-online.org/
http://www.vbac.com/
http://birthwithoutfearblog.com/2012/04/16/hba2c-birth-story-50-hours-of-labor-after-srom/
http://www.plus-size-pregnancy.org/CSANDVBAC/VBA2Cstories.htm#Kiny%27s%20Story
http://www.vbac.com/
http://www.unassistedchildbirth.com/
http://www.plus-size-pregnancy.org/CSANDVBAC/VBA2Cstories.htm
http://drjengunter.wordpress.com/2011/07/17/what-is-the-rate-of-serious-complications-with-a-c-section/
VBAC - On Whose Terms? www.bellybelly.com.au
www.specialscars.org this is about our c-s scars
VBAC Sabotage - Is Your Doctor REALLY That VBAC Friendly? www.bellybelly.com.au
http://www.midwiferytoday.com/articles/vbacchoice.aspvbac, many questions, few answershttp://www.birthcut.com/http://www.midwiferytoday.com/articles/homebirthaftercesarean.aspabout
http://mothering.com/peggyomara/childbirth/more-vbacs
These are link to vbac vs repeat c-s http://www.childbirthconnection.org/article.asp?ck=10211&ClickedLink=293&area=27#safer http://www.childbirthconnection.org/article.asp?ck=10210&ClickedLink=293&area=27
http://www.ourbodiesourblog.org/blog/2010/07/acog-releases-updated-vbac-practice-bulletin-emphasizes-individualized-approach-and-maternal-autonomy
PDF http://www.ourbodiesourblog.org/wp-content/uploads/2010/07/ACOG_guidelines_vbac_2010.pdf
http://www.cafemom.com/group/14077/forums/read/12735191/Cervical_Scar_Tissue_A_Big_Issue_that_No_One_Is_Talking_About
semoga bermanfaat
Yuk belajar
CASCADE INTERVENSI By Yesie Aprillia in Gentle Birth Untuk Semua0
CASCADE INTERVENSI
By Yesie Aprillia in Gentle Birth Untuk Semua (Files) · Edit Doc
menulis artikel tentang Cascade Intervensi dalam persalinan di web, membuat saya meras ingin share di sini juga semoga bermanfaat:
Apakah "cascade intervensi?"
Banyak hal dalam hidup yang memiliki saling keterhubungan atau saling keterkaitan atau bahkan saling berantai. Begitupula sebuah intervensi dalam persalinan. Tanpa disadarai mereka mungkin emmiliki efek yang diinginkan namun kadang juga memiliki efek yang tidak diinginkan yang akhirnya menimbulkan masalah baru yang ternyata harus diselesaikan dengan intervensi lain yang mungkin berakhir dengan intervensi lain lagi ketika ternyata intervensi yang digunakan untuk mengatasi masalah sebelumnya ada efek samping yang tidak diinginkan pula dan begitu seterusnya.
Artinya ketika ada sesuatu kejadian yang tidak diinginkan terjadi dalam sebuah persalinan atau ada masalah dalam persalinan maka seringkali sebuah masalah “di selesaikan” dengan intervensi lebih lanjut, yang pada gilirannya ternyata justru menciptakan lebih banyak masalah. Nah Rantai peristiwa ini disebut sebagai "Cascade Intervensi."
Banyak sekali pasangan suami istri yang tidak menyadari bahwa intervensi rutin banyak dapat menyebabkan pengalaman yang tidak direncanakan dan efek samping yang tidak diinginkan. Biasanya ini terjadi karena kekurang tahuan, ketidak siapan dan kurannya informasi yang jelas dan jujur ketika hendak dilakukan intervensi dalam persalinan.
Berikut ini adalah contoh nyata yang terjadi dalam persalinan berdasarkan dari cerita Klien saya di Bidan Kita yang sharing tentang pengalaman persalinannya pada anak pertamanya 20 bulan yang lalu.
“ Sebut saja Ny.A. beliau saat itu berumur 24 th, hamil anak pertama dan pengetahuan tentang kehamilan dan persalinan sangatlah minim. Ketika hari H persalinannya Ny A mengalami flek dan kontraksi seperti layaknya proses persalinan biasa, karena panik dan takut juga karena merasa kesakitan akhirnya Ny A masuk ke RS dan begitu sampai di RS dan di lakukan pemeriksaan dalam ternyata Ny A sudah mengalami pembukaan 2 cm. Saat itu karena jarak anatara RS dengan rumah dekat dan kontraksi belum teratur maka Ny A meminta untuk pulang ke rumah dahulu dan mempersiapkan semua perlengkapan, namun pihak RS melarangnya dan mengharuskan Ny A untuk tetap tinggal di RS.
Setengah jam kemudian Ny A diberikan Infus, karena ketidaktahuan ya akhirnya Ny A menerima begitu saja dan mengira bahwa ini adalah prosedur yang memang harus dilakukan pada setiap ibu yang hendak melahirkan. Nah setelah 4 jam berlalu dokter datang dan melakukan pemeriksaan dalam ulang pembukaan sudah 6 cm dan kemudian sang dokter melakukan pemecahan ketuban lalu melarang Ny A untuk beraktifitas, karena ketuban sudah dipecahkan dan saat itu Ny A juga berfikir positif saja karena Ny A mengira memang kalau mau bersalin harus diperlakukan demikian. Karena kontraksi semakin kuat dan ada pembatasan gerak, maka Ny A semakin merasakan sakit yang luar bisasa setiap kali ada kontraksi, dan 3 jam kemudian Ny A merasa kelelahan dan ingin menyerah. Semakin cemas dan khawatir akhirnya dokter melakukan pemeriksaan dalam ulang dan ternyata tidak ada kemajuan pembukaan, lalu dokter melakukan CTG dan ternyata ada deselerasi detak jantung bayi dan detak jantung bayi semakin melemah ketika ada kontraksi, gerakannyapun dirasakan berkurang oleh Ny A.
Karena kondisi tersebut, Akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan SC dengan alasan kondisi kesejahteraan janin yang menurun. Karena ketidaktahuan maka Ny A dengan rela hati pasrah dengan semua keputusan dokter tersebut.
Nah dari cerita Klien Bidan Kita di atas tadi kita tahu bahwa karena ketidak tahuan atau minimnya pengetahuan yang dipunyai ibu dan ayah, maka mereka dengan mudah menerima semua intervensi tanpa mempertimbangkan efek amping dan resiko yang bisa saja menyertai.
Berikut ini beberapa praktik intervensi dalam persalinan yang dapat menyebabkan Cascade intervensi meliputi:
1. menggunakan berbagai obat untuk menginduksi persalinan
2. melakukan pemecahan air ketuban sebelum dan selama proses persalinan
3. menggunakan oksitosin sintetis untuk mempercepat proses persalinan
4. memberikan obat untuk menghilangkan rasa sakit
5. menggunakan posisi berbaring untuk melahirkan.
6. Pembatasan gerak dan pembatasan pemilihan posisi selama proses persalinan
Dalam banyak kasus, praktek-praktek tersebut ini menimbulkan masalah karena mengganggu fisiologi normal dari kehamilan, persalinan dan kelahiran - misalnya, dengan:
1. mengganggu produksi hormon yang ada di sepanjang persalinan dan kelahiran
2. menciptakan peluang untuk infeksi
3. memiliki efek yang tidak diinginkan pada bayi Anda, atau
4. mengganggu kemampuan Anda untuk mendorong bayi keluar.
Apa contoh dari cascade intervensi?
Analgesia epidural dapat memberikan pereda nyeri yang sangat efektif selama persalinan. Namun ini juga meningkatkan risiko ibu untuk mengalami penurunan tekanan darah secara mendadak, kesulitan bergerak, kesulitan buang air kecil, kesulitan mendorong bayi keluar, demam, dan efek yang tidak diinginkan lainnya.
Berbagai intervensi - seperti pemantauan janin elektronik yang terus menerus dan pemberian cairan infus - banyak digunakan untuk memantau, mencegah atau mengobati efek ini pada ibu yang bersalin dengan epidural,. Dan intervensi lain-lain menjadi lebih mungkin, termasuk penggunaan oksitosin sintetis untuk memperkuat kontraksi, penggunaan kateter urinuntuk mengosongkan kandung kemih, dan penggunaan vacuum extractor atau forsep untuk membantu bayi keluar atau lahir. Dan akhirnya semua Ini pada gilirannya mungkin memiliki efek samping yang mengarah pada penggunaan intervensi lain.
Dampaknya pun juga dapat dirasakan oleh bayi. Sebagai contoh, penggunaan epidural meningkatkan kemungkinan ibu terkena demam, jika seorang ibu demam, maka dokter yang merawat pasti khawatir bahwa bayinya mungkin terkena infeksi. karena beberapa bayi yang ibunya demam yang berhubungan epidural pada kenyataannya juga memiliki infeksi, sebagai tindakan pencegahan ini bayi biasanya harus menjalani tes darah dan diobati dengan antibiotik segera setelah lahir. Mereka juga harus diawasi secara khusus di ruang bayi, yang ini juga dapat mengganggu ikatan dan gangguan kemampuan menyusu.
Contoh diatas adalah “Rantai” kemungkinan efek dari intervensi epidural dan bisa saja rantai ini juga akan terjadi pada intervensi yang lainnya dan ini berarti menunjukkan betapa pentingnya informasi yang jujur, jelas dan sangat penting bagi Anda untuk berhati-hati ketika mengambil keputusan dalam proses persalinan.
Bagaimana saya bisa membatasi masalah dalam cascade intervensi?
Hampir setiap intervensi memiliki beberapa potensi untuk menyebabkan kerusakan. Anda harus membuat keputusan yang hati-hati tentang apakah Anda akan menerima intervensi tersebut. Saya berharap agar Anda hanya menerima intervensi yang menawarkan lebih banyak manfaatnya daripada bahayanya. Dalam menimbang keuntungan dan kerugian, penting untuk mengandalkan bukti terbaik tentang efek potensial, dan mempertimbangkan bagaimana tentang kemungkinan hasilnya. Hal ini juga penting untuk mengetahui pilihan lain yang mungkin tersedia.
Sayangnya, tidak mungkin untuk sepenuhnya dan akurat mengetahui terlebih dahulu proses pengambilan, dan sejauh mana intervensi lain dan efeknya akan ikut bermain. Cara terbaik untuk membatasi masalah cascade intervensi adalah mencari informasi yang jelas dan jujur, mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan Anda b, menetapkan tujuan dan rencana Anda, dan menghindari intervensi dengan potensi kerugian, bila memungkinkan.
Berikut ini dapat membantu Anda untuk menghindari intervensi yang tidak perlu:
1. memilih bidan dan dokter dengan penggunaan intervensi umum tingkat rendah, ini bisa Anda dapatkan dengan melakukan wawancara sejak ANC nah apa saja pertanyaan yang bisa Anda ajukan ada di :
http://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=452:ayo-interview-dengan-dokter-dan-bidan-anda&catid=40:monthly-guide&Itemid=34
2. menjadi akrab dengan penelitian ilmiah yang tersedia tentang intervensi yang paling mungkin untuk memicu terjadinya cascade dari intervensi, termasuk Induksi Persalinan, Pemberian obat penghilang Rasa Nyeri, dan operasi caesar
3. melakukan dialog terbuka dan saling menghargai dengan bidan dan dokter Anda tentang alasan untuk setiap intervensi yang diusulkan
4. mengajukan Birth Plan kepada bidan atau dokter Anda sejak pemeriksaan kehamilan, tentang birth plan dapat Anda baca di :
- http://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=374:mari-menyusun-birth-plan-perencanaan-persalinan&catid=44:natural-childbirth&Itemid=56
- http://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=351:contoh-birth-plan&catid=44:natural-childbirth&Itemid=56
5. belajar tentang manfaat pada pendampingan dan dukungan yang terus menerus selama proses persalinan, dan mempertimbangkan terlibat bidan khusus untuk membantu Anda mencapai tujuan Anda
6. mengkomunikasikan keinginan Anda dengan jelas, dan mendapatkan dukungan dari pasangan, bidan, atau keluarga
7. mengetahui bahwa Anda memiliki hak untuk menerima atau menolak semua prosedur, obat, tes dan perawatan, dan pilihan Anda wajib dihormati.
nah untuk itu sebelum menambil keputusan untuk menerima sebuah intervensi gunaka BRAIN (http://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=262:gunakan-brain-pada-saat-mengambil-keputusan-dalam-persalinan&catid=44:natural-childbirth&Itemid=56)
karena sebenarnya PENGETAHUAN ADALAH KUNCI
jadi mari berdayakan diri.
Semoga bermanfaat
Salam hangat
Yesie Aprillia
Sumber :
http://www.bidankita.com/joomla-license/all-about-childbirth/496-cascade-intervensi-dalam-persalinan
Rabu, 06 Juni 2012
kulwit pendidikan anak by @anakjugamanusia
@anakjugamanusia 2. Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia? Finlandia #ramahanak @anakjugamanusia 3. Negara dgn ibukota Helsinki (tempat ditandatanganinya perjanjian damai antara RI dgn GAM) memang begitu luar biasa #ramahanak @anakjugamanusia 4. Peringkat 1 dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 #ramahanak @anakjugamanusia 5. survei dilakukan oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) #ramahanak @anakjugamanusia 6. Tes tersebut dikenal dengan nama PISA (Programme for International Student Assesment) #ramahanak @anakjugamanusia 7. Hebatnya, Finlandia bkn hanya unggul secara akademis tp jg menunjukkan unggul dlm pendidikan anak2 lemah mental #ramahanak @anakjugamanusia 8. Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas. Lantas apa kuncinya shg Finlandia mjd No 1 dunia? #ramahanak @anakjugamanusia 9. Dalam masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara di Eropa #ramahanak @anakjugamanusia 10. Finlandia tidaklah menggenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, jg tdk memberi beban PR tambahan #ramahanak @anakjugamanusia 11. juga tdk menerapkan disiplin tentara, dan juga tdk memborbardir siswa dengan berbagai tes #ramahanak @anakjugamanusia 12. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara2 lain #ramahanak @anakjugamanusia 13. yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu #ramahanak @anakjugamanusia 14. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam perminggu #ramahanak @anakjugamanusia 15. Ternyata kuncinya pd kualitas guru. Di Finlandia hanya ada guru2 dgn kualitas terbaik dgn pelatihan terbaik pula #ramahanak @anakjugamanusia 16. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis #ramahanak @anakjugamanusia 17. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan #ramahanak @anakjugamanusia 18. & hanya 1 dari 7 pelamar yg bisa diterima. Persaingannya lbh ketat daripada masuk ke fakultas hukum / kedokteran! #ramahanak @anakjugamanusia 19. Jika negara2 lain percaya bhw ujian bagi siswa merupakan bagian yg sangat penting bagi kualitas pendidikan #ramahanak @anakjugamanusia 20. Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa #ramahanak @anakjugamanusia 21. Terlalu byk testing membuat kita cenderung mengajarkan kpd siswa u/ semata lolos ujian, ungkap seorang guru #ramahanak @anakjugamanusia 22. usia 18th siswa mengambil ujian u/ mengetahui kualifikasi mrk di perguruan tinggi & 2/3 melanjutkan ke perguruan tinggi #ramahanak RT @anakjugamanusia 23. Siswa diajar u/ evaluasi diri sendiri, Ini membantu siswa belajar tanggung jwb atas pekerjaan mereka sendiri #ramahanak @anakjugamanusia 24. Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yg mereka butuhkan #ramahanak @anakjugamanusia 25. Suasana sekolah sangat santai & fleksibel. Adanya terlalu byk komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan #ramahanak @anakjugamanusia 26. terlalu banyak komando juga mengakibatkan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan #ramahanak @anakjugamanusia 27. Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses #ramahanak @anakjugamanusia 28. sangat kecil perbedaan antara siswa yg berprestasi baik & yg buruk & merupakan yg terbaik menurut OECD #ramahanak @anakjugamanusia 29. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki #ramahanak @anakjugamanusia 30. Seorang guru yg bertugas menangani masalah belajar & prilaku siswa membuat program individual bg setiap siswa #ramahanak @anakjugamanusia 31. Kalau mendapat PR siswa bahkan tdk perlu utk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha #ramahanak @anakjugamanusia 32. Para guru di sekolah2 Finlandia sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka #ramahanak @anakjugamanusia 33. Menurut mereka, jika kita mengatakan "Kamu salah" pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu #ramahanak @anakjugamanusia 34. Dan jika anak malu maka akan menghambat mrk dlm belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan #ramahanak 35. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dgn nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya #ramahanak 36. Setiap siswa sekolah di Finlandia diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing #ramahanak 37. Ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pd segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya #ramahanak 38. Para ortu & pendidik yg hebat, tulisan td membuka mata kita, betapa jauh mutu pendidikan di Negeri ini #ramahanak 39. bkn u/ menyudutkan & bkn u/ pesimis, namun kita tau sendiri Fakta yg terjadi di sebagian besar sekolah di Negeri ini #ramahanak 40. Kurikulum yg tidak ramah anak & boleh dibilang memaksa sebagian besar anak utk baik di semua mata pelajaran #ramahanak 41. Otak anak adlh Design Tuhan yg sempurna, tidak ada yg salah dgn anak2 kita, mereka luar biasa sempurna #ramahanak 42. Pertanyaannya; Bagaimana bisa Kurikulum yg hanya buatan manusia, menguji Otak anak yg buatan Tuhan? #ramahanak 43. Kalo ternyata ada yang tidak cocok, kira2 kurikulumnya yg harus diganti, ataukah otak anak2 yg diganti? #ramahanak 44. kita tdk perlu Pesimis, krn kabar baiknya kita bisa menciptakan sistem pendidikan Internasional di dlm keluarga #ramahanak 45. ini mjd bahan renungan kita semua, sama sekali tdk ada yg salah dgn anak2, kitalah yg hrs belajar mendidik sesuai Fitrahnya #ramahanak
kulwit homeconference by mona ratuliu
@mratuliu 1. Berikan waktu khusus sesuai kenyamanan anak... Luv it! #HomeConference @mratuliu 2 siapkan tmpt yg tenang n nyaman tanpa gangguan. Matikan hp n bb anda #HomeConference
@mratuliu 3 berikan waktu anak utk menjelaskan hasil kerja. Bukan hanya ttg hasil, tp proses yg dijalani #HomeConference
@mratuliu 4. Bicarakan pencapaian terbaik n tantangan yg dihadapi. Diskusikan bagian2 yg mgkn ingin mereka kembangkan/minati #HomeConference
@mratuliu 5. Tiap anak memiliki percepatan yg berbeda dlm menyelesaikan konfrensinya, jd ikuti saja prosesnya #HomeConference
@mratuliu 6. Anak membutuhkan JEDA utk melepaskan ketegangan. Tiap anak unik & hanya anda yg mengenal anak anda ♥♥ #HomeConference
@mratuliu 7. Berikan pertanyaan terbuka spt " ceritain dong, apa yg km lakukan ktika mengerjakan ini?" ( Bukan, "ini apa?") #HomeConference
@mratuliu 8. " Apa yg paling menantang buat kamu?" ( Bukan: susah nggak?) #HomeConference
@mratuliu 9. Berikan umpan balik & kalimat pendukung yg positif n spesifik, yg mengutamakan proses. #HomeConference
@mratuliu 10. " Aku suka deh cara kamu memakai warna2nya" ( bukan: bagus ya gambarnya) #HomeConference
@mratuliu 11. Atau " kamu pasti bangga deh, aku bisa liat usaha yg kamu lakukan." ( Bukan: bagus! ) #HomeConference
@mratuliu 12. Kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Ajak anak untuk menganalisa " apa yg bisa kamu lakukan dgn lbh baik?" #HomeConference
@mratuliu 13. " Kalau kamu bisa merubah, apa yg akan kamu lakukan?" , " menurut km, apa km sdh melakukan yg terbaik?" #HomeConference
@mratuliu Saya sgt terbantu n belajar byk dr guideline #HomeConference yg diberikan @SekolahCikal ... Byk ilmu yg sy dpt! ☺♥
@mratuliu Saya dpt ilmu cara memuji yg spesifik dan juga memberikan semangat kpd anak. Bukan memuji yg berlebihan #HomeConference @mratuliu Sy jg belajar byk ttg bersama2 menyadari bhw kesalahan adalah bagian dr proses belajar. Yg terpenting tanpa menyakiti.. #HomeConference
@mratuliu Berharap byk semoga pendidikan di indonesia bisa merata bagusnya suatu hari nanti... Agar semua kalangan bisa merasakan pendidikan yg layak☺
@mratuliu Btw #HomeConference mmg dilakukan dirumah kok dear parents.. kalo disekolah raka, kemudian materi dipakai utk bahan diskusi dgn guru.. ☺
@mratuliu Jadi #HomeConference dgn anak bisa digunakan jg jd materi parents utk diskusi dgn guru sekolahnya sblm terima rapot ☺. Semoga menginspirasi.
Minggu, 01 April 2012
AKU RINDU
Aku rindu zaman ketika halaqoh adalah keperluan,
bukan sekedar sambilan apalagi hiburan …
Aku rindu zaman ketika mambina adalah kewajiban
bukan pilihan apalagi beban dan paksaan …
Aku rindu zaman ketika dauroh menjadi kebiasaan,
bukan sekedar pelangkap pengisi program yang dipaksakan …
Aku rindu zaman ketika tsiqoh menjadi kekuatan,
bukan keraguan apalagi kecurigaan …
Aku rindu zaman ketika tarbiyah adalah pengorbanan,
bukan tuntutan, hujatan dan obyekan….
Aku rindu zaman ketika nasihat menjadi kesenangan
bukan su’udzon atau menjatuhkan …
Aku rindu zaman ketika kita semua
memberikan segalanya untuk da’wah ini …
Aku Rindu zaman ketika nasyid ghuroba
manjadi lagu kebangsaan…
Aku rindu zaman ketika hadir liqo adalah kerinduan
dan terlambat adalah kelalaian …
Aku rindu zaman ketika malam gerimis
pergi ke puncak mengisi dauroh
dengan uang yang cukup2
dan peta tak jelas …
Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah
benar-benar berjalan kaki 2 jam
di malam buta sepulang tabligh da’wah di desa sebelah …
Aku rindu zaman ketika pergi liqo
selalu membawa infaq, alat tulis, buku catatan
dan qur’an terjemah ditambah sedikit hafalan …
Aku rindu zaman ketika binaan menangis
karena tak bisa hadir di liqo …
Aku rindu zaman ketika tengah malam pintu diketuk
untuk mendapat berita kumpul di subuh harinya …
Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah
berangkat liqo dengan wang belanja esok hari untuk keluarganya …
Aku rindu zaman ketika seorang murobbi
sakit dan harus dirawat,
para binaan patungan mengumpulkan dana apa adanya …
Aku rindu zaman itu …
Ya Rabb …
Jangan Kau buang kenikmatan berda’wah dari hati-hati kami …
Ya Rabb …
Berikanlah kami keistiqomahan di jalan da’wah ini …
KH RAHMAT ABDULLAH
bukan sekedar sambilan apalagi hiburan …
Aku rindu zaman ketika mambina adalah kewajiban
bukan pilihan apalagi beban dan paksaan …
Aku rindu zaman ketika dauroh menjadi kebiasaan,
bukan sekedar pelangkap pengisi program yang dipaksakan …
Aku rindu zaman ketika tsiqoh menjadi kekuatan,
bukan keraguan apalagi kecurigaan …
Aku rindu zaman ketika tarbiyah adalah pengorbanan,
bukan tuntutan, hujatan dan obyekan….
Aku rindu zaman ketika nasihat menjadi kesenangan
bukan su’udzon atau menjatuhkan …
Aku rindu zaman ketika kita semua
memberikan segalanya untuk da’wah ini …
Aku Rindu zaman ketika nasyid ghuroba
manjadi lagu kebangsaan…
Aku rindu zaman ketika hadir liqo adalah kerinduan
dan terlambat adalah kelalaian …
Aku rindu zaman ketika malam gerimis
pergi ke puncak mengisi dauroh
dengan uang yang cukup2
dan peta tak jelas …
Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah
benar-benar berjalan kaki 2 jam
di malam buta sepulang tabligh da’wah di desa sebelah …
Aku rindu zaman ketika pergi liqo
selalu membawa infaq, alat tulis, buku catatan
dan qur’an terjemah ditambah sedikit hafalan …
Aku rindu zaman ketika binaan menangis
karena tak bisa hadir di liqo …
Aku rindu zaman ketika tengah malam pintu diketuk
untuk mendapat berita kumpul di subuh harinya …
Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah
berangkat liqo dengan wang belanja esok hari untuk keluarganya …
Aku rindu zaman ketika seorang murobbi
sakit dan harus dirawat,
para binaan patungan mengumpulkan dana apa adanya …
Aku rindu zaman itu …
Ya Rabb …
Jangan Kau buang kenikmatan berda’wah dari hati-hati kami …
Ya Rabb …
Berikanlah kami keistiqomahan di jalan da’wah ini …
KH RAHMAT ABDULLAH
kumpulan motivasi by alm. Ust KH Rahmat Abdullah
KH. Rahmat Abdullah
"Tentukanlah di mana posisimu ; penonton yang mencari hiburan, penunggu yang tak punya empati, atau pengharap kegagalan karena ada yang tak sejalan dengan persepsi mereka. Atau penuntun dan pengikut dengan pengenalan sistem navigasi yang akurat dan keyakinan yang mantap, bahwa laut tetap bergelombang dan di seberang ada pantai harapan." (Alm Ust Rahmat Abdullah)..
"Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu. Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu. Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu. Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu." (alm KH. Rahmat Abdullah)
Merendahlah,
Engkau kan seperti bintang-gemintang
Berkilau dipandang orang
Diatas
riak air dan sang bintang nun jauh tinggi
Janganlah seperti asap,
yang mengangkat diri tinggi dilangit
Padahal dirinya rendah-hina....
( KH. Rahmat Abdullah)
"Tentukanlah di mana posisimu ; penonton yang mencari hiburan, penunggu yang tak punya empati, atau pengharap kegagalan karena ada yang tak sejalan dengan persepsi mereka. Atau penuntun dan pengikut dengan pengenalan sistem navigasi yang akurat dan keyakinan yang mantap, bahwa laut tetap bergelombang dan di seberang ada pantai harapan." (Alm Ust Rahmat Abdullah)..
"Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu. Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu. Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu. Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu." (alm KH. Rahmat Abdullah)
Merendahlah,
Engkau kan seperti bintang-gemintang
Berkilau dipandang orang
Diatas
riak air dan sang bintang nun jauh tinggi
Janganlah seperti asap,
yang mengangkat diri tinggi dilangit
Padahal dirinya rendah-hina....
( KH. Rahmat Abdullah)
Senin, 05 Desember 2011
sains sederhana untuk anak usia dini
Sains adalah produk dan proses. Sebagai produk, sains adalah pengetahuan yang terorganisir dengan baik mengenai dunia fisik alami. Sebagai proses, sains mencakup kegiatan menelusuri, mengamati dan melakukan percobaan. Kegiatan bermain sains sangat penting diberikan untuk anak usia dini karena multi manfaat, yakni dapat mengembangkan kemampuan:
Eksplorasi dan investigasi, yaitu kegiatan untuk mengamati dan menyelidiki objek serta fenomena alam
Mengembangkan ketrampilan proses sains dasar, seperti melakukan pengamatan, mengukur, mengkomunikasikan hasil pengamatan, dan sebagainya.
Mengembangkan rasa ingin tahu, rasa senang dan mau melakukan kegiatan inkuiri atau penemuan.
Memahami pengetahuan tentang berbagai benda baik ciri, struktur maupun fungsinya.
Berikut ini disajikan contoh kegiatan sains untuk anak usia dini:
Bidang Pengembangan : kemampuan dasar kognitif
Tingkat Capaian Perkembangan : siswa dapat mengenal berbagai konsep sederhana dalam kehidupan sehari-hari
Capaian Perkembangan : siswa dapat mengenal konsep sains sederhana
Jenis Kegiatan:
1. Penggabungan Warna
Indikator
Siswa dapat membedakan warna primer (merah, kuning, biru)
Siswa dapat menyebutkan warna baru hasil penggabungan (warna sekunder)
Siswa dapat member contoh benda yang berwarna merah, kuning, biru, hijau, oranye dan ungu
Alat dan bahan:
Plastik mika berwarna merah, kuning dan biru
Kertas HVS putih
Steples
Cara kerja:
Letakkan kertas HVS putih di atas meja dan tempelkan mika kuning di atas kertas HVS. Kemudian tempelkan mika biru di atas mika kuning. Apa yang terjadi?
Dengan langkah sama, tempelkan mika merah di atas mika kuning. Apa yang terjadi?
Sekarang, tempelkan mika merah di atas mika biru. Apa yang terjadi?
2. Penggabungan Warna
Indikator:
Siswa dapat membedakan warna primer (merah, kuning, biru)
Siswa dapat menyebutkan warna baru hasil penggabungan (warna sekunder)
Siswa dapat member contoh benda yang berwarna merah, kuning, biru, hijau, oranye dan ungu
Alat dan bahan:
Gelas aqua (9 buah), Air, Pewarna makanan merah, kuning, biru
Cara kerja:
Isi 3 gelas aqua dengan air bening (tidak berwarna)
Teteskan pewarna merah ke dalam gelas pertama, kuning ke dalam gelas kedua dan biru ke dalam gelas ketiga. Apa yang terjadi?
Bagilah cairan berwarna merah, kuning dan biru tadi masing-masing menjadi tiga.
Campukan cairan merah dengan kuning, apa yang terjadi?
Campurkan cairan merah dengan biru, apa yang terjadi?
Campurkan cairan kuning dengan biru, apa yang terjadi?
Konsep
Warna primer : warna dasar, yaitu merah, kuning, biru
Warna sekunder : hasil pencampuran warna primer
Merah + kuning = oranye
Merah + biru = ungu
Kuning + biru = hijau
3. Magnet
Indikator:
Siswa dapat membedakan benda yang disebut magnet dan benda bukan magnet
Siswa dapat membedakan benda-benda yang dapat ditarik oleh magnet dan yang tidak dapat ditarik magnet.
Alat dan bahan :
Magnet, Penggaris, Gunting, Permen, Pensil, Kertas, Peniti, Paku kecil, Klip Kertas, Penghapus
Cara kerja
Dekatkan magnet dengan benda-benda di atas satu per satu sambil berteriak “Kamu kena…..”
Amati apa yang terjadi? Jika benda tidak dapat ditarik magnet, semua berteriak “Huuuu……”
4. Sulap Bunga
Indikator:
Siswa dapat mengenal salah satu sifat air, yaitu dapat masuk ke dalam pori-pori yang halus
Alat dan bahan:
Kertas marmer, Pensil warna atau krayon, Gunting, Mangkok yang bagian mulutnya lebar, Air
Cara kerja
Gambarlah pola bunga pada kertas marmer seperti gambar di bawah, kemudian warnai.
Guntinglah bagian tepinya.
Lipatlah “mahkota bunga” sehingga seperti bunga yang sedang kuncup.
Isilah air ke wadah mangkok hingga tiga per empat
Letakkan bunga teratai kertasmu secara perlahan di atas permukaan air. Perlahan tetapi pasti, bunga terataimu akan mekar.
Konsep
Kertas memiliki pori-pori yang sangat halus yang terletak di antara serat kertas sehingga tidak terlihat oleh mata kita.
Air memiliki kemampuan masuk ke pori-pori kertas. Kemampuan ini disebut daya kapilaritas.
Masuknya air ke pori-pori kertas menyebabkan serat kertas mengembang termasuk bagian lipatan kertas. Inilah yang menyebabkan bunga terataimu menjadi mekar.
5. Kapur Barus Lompat
Indikator:
Siswa dapat mengenal posisi benda dalam air (tenggelam, terapung, melayang)
Alat dan bahan:
Kapur barus berbentuk bola, Cuka, Soda kue, Air, Botol selai, Sendok
Cara kerja :
Isilah botol selai dengan air hingga tiga per empat bagian.
Tuangkan dua sendok cuka dan dua sendok soda kue, kemudian aduk sampai merata.
Ketuk-ketukkan kapur barus ke meja sehingga permukaannya yang halus menjadi kasar.
Masukkan kapur barus ke dalam botol selai. Apa yang terjadi?
Konsep
Pertama kali kapur barus akan tenggelam karena lebih berat dibandingkan air. Kemudian akan tampak gelembung-gelembung di permukaan kapur barus. Gelembung tersebut adalah gas karbon dioksida yang dihasilkan larutan campuran cuka dan soda kue. Sifat gas karbon dioksida adalah lebih ringan dibandingkan air. Karena gas ini menempel pada kapur barus, maka kapur barus akan tampak seperti berlompatan.
6. Telur Ajaib
Indikator:
Siswa dapat mengenal posisi benda dalam air (tenggelam, terapung, melayang)
Alat dan bahan:
Telur ayam mentah, Air, Garam, Gelas kaca bening
Cara kerja:
Isilah gelas dengan air hingga tiga per empat bagian.
Masukkan telur, tomat dan wortel ke dalam gelas. Apa yang terjadi?
Masukkan garam ke dalam gelas. Apa yang terjadi?
Konsep
Telur di dalam air akan tenggelam karena telur lebih berat dari pada air.
Telur di dalam larutan garam akan melayang karena telur sama berat dengan larutan garam.
7. Paru-paru Plastik
Indikator:
Siswa dapat mengenal cara kerja paru-paru (bernafas)
Siswa dapat mempraktikkan gerakan nmenarik nafas dan membuang nafas
Alat dan bahan:
Botol air mineral bekas, Sedotan, Balon karet, Pisau kertas, Lilin mainan, Double tip
Cara kerja:
Potonglah bagian tengah botol plastik.
Ikatkan sebuah balon di salah satu ujung sedotan, kemudian lingkari mulut botol dengan lilin mainan.
Masukkan sedotan melalui mulut botol dan gunakan lilin untuk menutup sela-selanya.
Potonglah balon kedua, kemudian pasang menutupi dasar botol. Paru-paru plastic sudah jadi.
Jika balon di dasar botol ditarik, balon di dalam botol akan mengembang.
Jika balon di dasar botol dilepaskan, balon di dalam botol akan mengempis.
8. Cetakan Daun Gugur
Indikator :
Siswa dapat membedakan bermacam-macam bentuk daun (…… macam)
Siswa dapat menyebutkan bentuk daun (melebar, memanjang, menjari)
Siswa dapat menyebutkan warna daun
Alat dan bahan:
Berbagai bentuk daun-daun gugur, Alumunium foil tipis, Penghapus, Karton, Lem
Cara kerja:
Letakkan daun-daun dengan rata di atas meja.
Tutupi tiap helai daun dengan alumunium foil tipis.
Gosok-gosokkan penghapus maju mundur secara perlahan alufoil sampai motif daun tercetak di sana.
Untuk memajangnya, rekatkan tiap alufoil bermotif daun pada kertas karton, dan rekatkan daun di sebelahnya.
Sumber Bacaan:
Abadi Prayitno, Amelia Piliang. 2009. Yuk, Bermain Sains Bersama Ayah dan Ibu. Jakarta. Dian Rakyat.
Charner Kathy, et.al. 2005. Brain Power: Aktivitas Berbasis Minat Anak (terj.). Erlangga for Kids.
Yulianti, D. 2010. Bermain Sambil Belajar Sains di Taman Kanak-kanak. Jakarta. Indeks.
Eksplorasi dan investigasi, yaitu kegiatan untuk mengamati dan menyelidiki objek serta fenomena alam
Mengembangkan ketrampilan proses sains dasar, seperti melakukan pengamatan, mengukur, mengkomunikasikan hasil pengamatan, dan sebagainya.
Mengembangkan rasa ingin tahu, rasa senang dan mau melakukan kegiatan inkuiri atau penemuan.
Memahami pengetahuan tentang berbagai benda baik ciri, struktur maupun fungsinya.
Berikut ini disajikan contoh kegiatan sains untuk anak usia dini:
Bidang Pengembangan : kemampuan dasar kognitif
Tingkat Capaian Perkembangan : siswa dapat mengenal berbagai konsep sederhana dalam kehidupan sehari-hari
Capaian Perkembangan : siswa dapat mengenal konsep sains sederhana
Jenis Kegiatan:
1. Penggabungan Warna
Indikator
Siswa dapat membedakan warna primer (merah, kuning, biru)
Siswa dapat menyebutkan warna baru hasil penggabungan (warna sekunder)
Siswa dapat member contoh benda yang berwarna merah, kuning, biru, hijau, oranye dan ungu
Alat dan bahan:
Plastik mika berwarna merah, kuning dan biru
Kertas HVS putih
Steples
Cara kerja:
Letakkan kertas HVS putih di atas meja dan tempelkan mika kuning di atas kertas HVS. Kemudian tempelkan mika biru di atas mika kuning. Apa yang terjadi?
Dengan langkah sama, tempelkan mika merah di atas mika kuning. Apa yang terjadi?
Sekarang, tempelkan mika merah di atas mika biru. Apa yang terjadi?
2. Penggabungan Warna
Indikator:
Siswa dapat membedakan warna primer (merah, kuning, biru)
Siswa dapat menyebutkan warna baru hasil penggabungan (warna sekunder)
Siswa dapat member contoh benda yang berwarna merah, kuning, biru, hijau, oranye dan ungu
Alat dan bahan:
Gelas aqua (9 buah), Air, Pewarna makanan merah, kuning, biru
Cara kerja:
Isi 3 gelas aqua dengan air bening (tidak berwarna)
Teteskan pewarna merah ke dalam gelas pertama, kuning ke dalam gelas kedua dan biru ke dalam gelas ketiga. Apa yang terjadi?
Bagilah cairan berwarna merah, kuning dan biru tadi masing-masing menjadi tiga.
Campukan cairan merah dengan kuning, apa yang terjadi?
Campurkan cairan merah dengan biru, apa yang terjadi?
Campurkan cairan kuning dengan biru, apa yang terjadi?
Konsep
Warna primer : warna dasar, yaitu merah, kuning, biru
Warna sekunder : hasil pencampuran warna primer
Merah + kuning = oranye
Merah + biru = ungu
Kuning + biru = hijau
3. Magnet
Indikator:
Siswa dapat membedakan benda yang disebut magnet dan benda bukan magnet
Siswa dapat membedakan benda-benda yang dapat ditarik oleh magnet dan yang tidak dapat ditarik magnet.
Alat dan bahan :
Magnet, Penggaris, Gunting, Permen, Pensil, Kertas, Peniti, Paku kecil, Klip Kertas, Penghapus
Cara kerja
Dekatkan magnet dengan benda-benda di atas satu per satu sambil berteriak “Kamu kena…..”
Amati apa yang terjadi? Jika benda tidak dapat ditarik magnet, semua berteriak “Huuuu……”
4. Sulap Bunga
Indikator:
Siswa dapat mengenal salah satu sifat air, yaitu dapat masuk ke dalam pori-pori yang halus
Alat dan bahan:
Kertas marmer, Pensil warna atau krayon, Gunting, Mangkok yang bagian mulutnya lebar, Air
Cara kerja
Gambarlah pola bunga pada kertas marmer seperti gambar di bawah, kemudian warnai.
Guntinglah bagian tepinya.
Lipatlah “mahkota bunga” sehingga seperti bunga yang sedang kuncup.
Isilah air ke wadah mangkok hingga tiga per empat
Letakkan bunga teratai kertasmu secara perlahan di atas permukaan air. Perlahan tetapi pasti, bunga terataimu akan mekar.
Konsep
Kertas memiliki pori-pori yang sangat halus yang terletak di antara serat kertas sehingga tidak terlihat oleh mata kita.
Air memiliki kemampuan masuk ke pori-pori kertas. Kemampuan ini disebut daya kapilaritas.
Masuknya air ke pori-pori kertas menyebabkan serat kertas mengembang termasuk bagian lipatan kertas. Inilah yang menyebabkan bunga terataimu menjadi mekar.
5. Kapur Barus Lompat
Indikator:
Siswa dapat mengenal posisi benda dalam air (tenggelam, terapung, melayang)
Alat dan bahan:
Kapur barus berbentuk bola, Cuka, Soda kue, Air, Botol selai, Sendok
Cara kerja :
Isilah botol selai dengan air hingga tiga per empat bagian.
Tuangkan dua sendok cuka dan dua sendok soda kue, kemudian aduk sampai merata.
Ketuk-ketukkan kapur barus ke meja sehingga permukaannya yang halus menjadi kasar.
Masukkan kapur barus ke dalam botol selai. Apa yang terjadi?
Konsep
Pertama kali kapur barus akan tenggelam karena lebih berat dibandingkan air. Kemudian akan tampak gelembung-gelembung di permukaan kapur barus. Gelembung tersebut adalah gas karbon dioksida yang dihasilkan larutan campuran cuka dan soda kue. Sifat gas karbon dioksida adalah lebih ringan dibandingkan air. Karena gas ini menempel pada kapur barus, maka kapur barus akan tampak seperti berlompatan.
6. Telur Ajaib
Indikator:
Siswa dapat mengenal posisi benda dalam air (tenggelam, terapung, melayang)
Alat dan bahan:
Telur ayam mentah, Air, Garam, Gelas kaca bening
Cara kerja:
Isilah gelas dengan air hingga tiga per empat bagian.
Masukkan telur, tomat dan wortel ke dalam gelas. Apa yang terjadi?
Masukkan garam ke dalam gelas. Apa yang terjadi?
Konsep
Telur di dalam air akan tenggelam karena telur lebih berat dari pada air.
Telur di dalam larutan garam akan melayang karena telur sama berat dengan larutan garam.
7. Paru-paru Plastik
Indikator:
Siswa dapat mengenal cara kerja paru-paru (bernafas)
Siswa dapat mempraktikkan gerakan nmenarik nafas dan membuang nafas
Alat dan bahan:
Botol air mineral bekas, Sedotan, Balon karet, Pisau kertas, Lilin mainan, Double tip
Cara kerja:
Potonglah bagian tengah botol plastik.
Ikatkan sebuah balon di salah satu ujung sedotan, kemudian lingkari mulut botol dengan lilin mainan.
Masukkan sedotan melalui mulut botol dan gunakan lilin untuk menutup sela-selanya.
Potonglah balon kedua, kemudian pasang menutupi dasar botol. Paru-paru plastic sudah jadi.
Jika balon di dasar botol ditarik, balon di dalam botol akan mengembang.
Jika balon di dasar botol dilepaskan, balon di dalam botol akan mengempis.
8. Cetakan Daun Gugur
Indikator :
Siswa dapat membedakan bermacam-macam bentuk daun (…… macam)
Siswa dapat menyebutkan bentuk daun (melebar, memanjang, menjari)
Siswa dapat menyebutkan warna daun
Alat dan bahan:
Berbagai bentuk daun-daun gugur, Alumunium foil tipis, Penghapus, Karton, Lem
Cara kerja:
Letakkan daun-daun dengan rata di atas meja.
Tutupi tiap helai daun dengan alumunium foil tipis.
Gosok-gosokkan penghapus maju mundur secara perlahan alufoil sampai motif daun tercetak di sana.
Untuk memajangnya, rekatkan tiap alufoil bermotif daun pada kertas karton, dan rekatkan daun di sebelahnya.
Sumber Bacaan:
Abadi Prayitno, Amelia Piliang. 2009. Yuk, Bermain Sains Bersama Ayah dan Ibu. Jakarta. Dian Rakyat.
Charner Kathy, et.al. 2005. Brain Power: Aktivitas Berbasis Minat Anak (terj.). Erlangga for Kids.
Yulianti, D. 2010. Bermain Sambil Belajar Sains di Taman Kanak-kanak. Jakarta. Indeks.
Langganan:
Postingan (Atom)